Awwwhh! Hilang lagi semangat gw!! Kayaknya gw mulai masuk dalam fase
kehilangan jati diri gw. Atau malah kebalik, gw ketemu ama diri gw yang
sebenernya. Basi banget yahh!!
Gini lho, ini khan udah mau UTS. Mustinya gw tambah rajin belajar. Itu
ambisi gw pas awal-awal semester. Mau naikkin IPK. Tapi kok sekarang
jadi laen yah. Yang tadinya gw fokus banget ke kampus buat belajar,
sekarang ada sesuatu yang berubah, nggak tau apa. Perhaps, it's all
about... Sorry, I can't mention it.
Semua ini berawal dari satu getar sel abu-abu. Penuh pertanyaan, tapi
tanpa pertentangan. Jadinya cuma berputar-putar di tempat ajah. Bukannya
sok mellow, yah! But that's the way I am. Mau sekeras apa gw coba untuk
berubah, ini tetep hidup gw. Dan memang, perubahan bukan satu-satunya
jalan keluar dalam masalah ini. Mungkin ini memang yang terbaik buat gw.
About how I get along with this. With the real me.
I Lost My Page, again!
Sunday, October 31, 2004 | Posted by Herry Iskandar at 1:45 PM 0 comments
Does it works?
Masih berbicara tentang tugas Komunikasi Bisnis gw. Akhirnya, setelah
perjuangan panjang, tugas itu selesai juga. Meski ada beberapa hal yang
bikin bete. Gara-gara deadline hari senin, gw ngerjain tugas itu
mati-matian, malah sampe bergadang ama si Echa, muter-muter Bogor pula,
tapi ternyata... eeehh, dosennya gak dateng!! Adawwhh!! Deritaku. Sabar,
Her, puasa nih!!
Anyway, dalam tugas itu, kita disuruh membuat sebuah ilustrasi tentang
pendekatan persuasif ketika kita menyampaikan kiritik pada orang lain.
Dan jadilah sebuah cerita pendek yang dikarang dengan nafas
tersengal-sengal. Jam 4 kuliah, mulai ngarang jam 3 pas!! Okay, ini
ceritanya!
Cintaku, jangan telat donk, say
Riona dan Fred (keduanya nama samaran) sudah cukup lama berpacaran.
Kira-kira 4 tahun sejak pertemuan pertama mereka di pentas seni antar
pelajar SMU di Bogor. Fred sudah tahu betul watak Riona, begitupun
sebaliknya, Riona sudah kenal betul siapa Fred.
Suka dan duka mereka lewati bersama selama menjalin hubungan, namun ada
satu hal yang mengganjal di pikiran Riona dan selalu menghias di setiap
pertemuan-pertemuan mereka berdua. Terlambat. Ya, Fred selalu terlambat
datang jika mereka telah berjanji untuk bertemu. Kadang-kadang lima
menit atau sampai sepuluh menit. Bahkan Riona pernah terpaksa menunggu
hampir satu jam di salah satu sudut pertokoan gara-gara Fred harus
mengurusi kepentingan teman-temannya. Tidak jelek memang, namun akan
lebih baik apabila kita memegang teguh komitmen dan menjalaninya.
Seringkali Riona marah. Tapi begitulah Fred, masih saja telat.
Riona mengerti sekali akan hal itu, ia kenal betul Fred. Fred memang
terkadang lalai akan kewajibannya dan pikirannya yang kurang fokus
terhadap suatu masalah. Tapi justru itulah yang membuat ia tertarik
untuk selalu dekat dengan Fred. Romantis, yah! Ironis pula. Tapi
bagaimanapun juga, kebiasaan telat ini harus dihentikan.
Beberapa pekan sebelum tahun baru, mereka berjanji bertemu untuk memilih
kado untuk adik Riona. Riona betul-betul bertekad untuk merubah
kebiasaan Fred yang selalu telat. Ia datang lebih awal-seperti
biasa-namun tidak duduk di tempat yang ia janjikan. Ia berdiri agak
menjauh sambil memperhatikan kedatangan Fred. Fred datang, akhirnya,
setelah duapuluh menit dari waktu yang dijanjikan. Ia duduk, bengong,
memandang orang yang berlalu-lalang. Ia tampak sesekali memandang
arlojinya.
Sudah empat puluh menit Fred menunggu. Banyak pikiran yang melintas di
otak Fred. Dan salah satunya, dia jadi tahu betul bagaimana rasanya
menunggu-yang konon seringkali dirasakan oleh Riona.
Riona akhirnya memutuskan untuk menghampiri Fred dan muncul tiba-tiba
dari arah belakang. "Nggak terlalu kesel kan, menunggu itu?" sambil
tersenyum, "asyik lho, kita jadi punya banyak waktu untuk merenung,
sambil liat orang lewat". Riona tidak bermaksud untuk membalas, karena
Riona memang selalu tepat waktu. Ia hanya ingin Fred lebih mengerti dan
lebih memegang janjinya.
Fred tersipu sambil mengucapkan maaf. Riona pun tersenyum dan
menggandengnya untuk segera pergi dari tempat itu. Mereka pulang,
membatalkan niat untuk belanja, karena waktu sudah terlalu sore.
Setelah kejadian itu, Fred mulai berubah-meskipun perlahan. Kabar
terakhir yang kami dengar, mereka akan segera menikah di sebuah gedung
di pinggir kota. Kok jadi cerita romantis, yah?
Monday, October 18, 2004 | Posted by Herry Iskandar at 9:13 AM 0 comments
Marhaban Ya Ramadhan
Hari pertama kuliah di bulan Ramadhan sudah terlewati! Fiuuhh!! Perubahan yang cukup besar dengan kebiasaan gue kalo lagi di kampus. Misalnya, kalo biasanya nunggu jam kuliah tuh nongkrong di Jun's Cafe sambil ngopi, sekarang cukup duduk di bangku deket lapangan basket sambil ngobrol ama temen2. Itu juga omongannya musti rada2 direm kalo udah mulai ngecengin ato menghujat temen. Trus kalo biasanya mata tuh jelalatan liat yang bening2, sekarang musti ditahan. Nggak munafik lho, gw seneng kalo liat ce kampus yg aduhay-asoy-geboy-marenjoy, heheheh!! Trus kalo yang tadinya sholat-nya rada2 bolong, sekarang udah lumayan rajin. Yahh, begitulah. Yang penting usaha menuju kehidupan yang lebih baik. Okay, selamat menunaikan ibadah puasa yah! Semoga amal dan ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin!!
Saturday, October 16, 2004 | Posted by Herry Iskandar at 10:25 AM 0 comments
Personality
Di rumah lagi ada si Echa. Lagi ngebahas tugas dari dosen Komunikasi Bisnis, disuruh ngebahas buku "How to Wins Friends and Influence People-by Dale Carnegie" bagian bab "Call attention to people's mistakes indirectly". Garis besarnya yaitu bagaimana mengkoreksi orang lain tapi tidak dibenci karena itu. Setelah omongin macem-macem, ternyata bahasan kita nggak jauh dari masalah ego dan mekanisme pertahanan diri (dalam wujud pembelaan atau penentangan terhadap komentar atau kritik). Serta dibutuhkannya pendekatan persuasif untuk menghadapi situasi kayak gitu. Tapi ada masalah nih. Untuk landasan teori-nya, kita masih belum bisa dapetin bukunya Anna Freud tentang ego and defense mechanisms. Tapi pokok masalah-nya udah lumayan keraba, lah. Untuk sementara, kita pake buku "The Foundations of Personality-by Abraham Myrson" meskipun bahasan di buku ini lebih luas, serta beberapa halaman dari situs2 tentang personality. Pas lagi ngobrol, sempet ngebahas tentang personality temen-temen deket juga, lho! Heheheh, bukan berarti ngomongin orang nih. Cuma kebetulan, karakter orang yang paling kita tahu dan kita kenal (atau mungkin lebih cocok disebut "yang kita rasa kita tahu) yah temen deket kita itu. Dan kebetulan, mereka punya karakter yang berbeda-beda dilihat dari respon mereka terhadap situasi yang berbeda-beda sejak kita kenal. Tipikal gitu deh, meski bukan berarti kita mengkotak-kotakan kepribadian sesorang karena dengan gitu, kita bisa lebih mempersempit bahasan kita. Secara teknis, diskusi ini cukup dianggap berhasil meskipun masukan dari orang lain cukup minim. Tapi lumayan lahh. Soalnya, deadline tugas ini hari senin depan, man!! Musti fokus nih!!
Wednesday, October 13, 2004 | Posted by Herry Iskandar at 10:49 AM 0 comments
ManuSia
Ada cerita menarik nih. Tadi siang, pas lagi bengong di jendela kamar,
sambil ngeliatin orang yang berlalu-lalang. Heheheh, soalnya lagi
santai, nggak banyak kerjaan. Tiba-tiba ada seorang bapak lewat.
Penampilannya nggak ada yang spesial sih, biasa ajah. But, somehow, gw
tertarik ama bapak ini. Doi terus noleh ke gw. Dan pada momen bertatapan
itulah, gw ngerasa ada yang mengganjal di pikiran gw. Tiba-tiba gw
langsung punya pertanyaan, "apa yang gw liat dan gw pikirin saat ini,
apakah sama ama yang ada di pikiran bapak itu yah?". Bagaimana cara gw
memandang bapak itu, apa sama dengan cara bapak itu memandang gw. Sampe
akhirnya gw coba untuk menyelami pikiran bapak itu, yang lagi jalan
diantara pohon-pohon di tengah hari, panas-panasan, trus menoleh ke
sebuah rumah dan memandang wajah seorang pemuda yang juga sedang
menatapnya. Dimana sebuah pekerjaan sudah menanti di depan mata, untuk
menghidupi anak-anaknya yang lumayan banyak dari mulai balita sampe yang
berumur 19 tahun. Meratapi istrinya yang sedang sakit keras. Sampe
membayangkan masa kecil bapak itu yang hidup di dunia yang keras dengan
segala terpaan musibah.
Atau mungkin, bapak itu sedang pergi ke sebuah café, untuk bertemu
dengan rekan bisnis-nya, untuk membicarakan proyek ratusan dollar,
sambil membayangkan wajah cerah keluarganya setelah mendengarkan rencana
proyek tadi. Merencanakan untuk pergi umroh kalau dapat rezeki
nanti.
Semua pikiran itu berlangsung cepat. Gw ngerasa heran banget, bagaimana
seorang bapak yang sama sekali gw nggak kenal dan nggak pernah ketemu,
bisa bikin gw kayak gini. Tapi akhirnya gw sadar. Kejadian ini bikin gw
yakin akan status dan kedudukan manusia yang sederajat. Tentang hakekat
manunggal-nya manusia di dunia yang hanya terpisahkan oleh dimensi
pikiran dan jiwa mereka masing-masing. Tentang jaringan koneksi batin di
atas dan di bawah alam sadar manusia. Tentang keberadaan dunia yang
mutlak diberikan oleh Allah untuk manusia. Tentang pertanggungjawaban
manusia nanti yang mewakili dimensi jiwa dan alam pikir mereka masing2
terhadap apa yang mereka lakukan pada dunia ini, pada manusia, dan pada
Penciptanya. Tentang keberadaan fisik manusia yang nggak lain cuma
segumpal tanah yang dibentuk jadi jantung, hati, kepala, tangan, dll.
Tentang kekayaan, ketenaran, kecantikkan yang sama sekali nggak ada
nilai-nya. Tentang kecilnya manusia di mata Sang Pencipta. Tentang gw
yang dengan bego-nya sedang mempertanyakan keberadaan gw di dunia.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!!
Wednesday, October 06, 2004 | Posted by Herry Iskandar at 11:25 AM 0 comments
Sekarang Jam Berapa, yah?
Kuliah pagi kesiangaaaann!!! Wadawwhh!! Padahal tadi jam 6 udah bangun,
tapi malah ketiduran lagi. Dasar! Mana tadi tuh ada lab TI, jadi nggak
masuk deh. Beginilah nasib pengidap penyakit insomnia. Berangkat ke
tempat tidur jam 1, tapi baru merem jam 5 subuh!! Adugh, kayaknya gaya
hidup gw udah balik lagi jadi kayak dulu. Siang tidur, malem
insomnia.
Btw, mana nih anak-anak? Katanya mau briefing di rumah, buat acara
festival nanti.
Tuesday, October 05, 2004 | Posted by Herry Iskandar at 9:30 PM 0 comments
Tragedi Simplex, etc
Nggak ada kejadian yang spesial minggu ini. Cuma ada beberapa kejadian yang bikin pusing ajah, sekaligus bt! Not special, hah?
Tragedi Simplex
Hari jumat kemaren gw ikut kuliah MKDB (Metode Kuantitatif Dalam
Bisnis). Sebenernya gue udah ngambil mata kuliah ini dua tahun yang
lalu. Tapi nilai yang gue dapet cuma C, dan matkul ini nilainya 3 sks,
jadi yah terpaksa ngulang buat ngedongkrak IPK. Yang menarik dari matkul
ini tuh, Dosennya! Masih orang yang sama ama dua tahun yang lalu. Dan
kalo boleh gw bilang, nih dosen error banget! Gak tau deh apa emang
error dari sononya ato gara-gara dia ngerjain penelitian untuk titel
S3-nya. Ampunn! Orangnya nggak rese2 banget sih, cuma jalan pikirannya
aja aneh. Dan yang paling bikin gw bt, gw yang sekarang ini jadi rada2
lemot untuk mecahin masalah aritmatika. Suerr deh, ngitung pecahan aja
jadi lama. Mungkin karena gue keseringan pake kalkulator untuk ngitung2
di problem Akuntansi. Dan kemaren itu gw sempet disuruh ngerjain soal
yang kata dosennya tuh, soal matematika SD impress! Adawwh! Dan bener
ajah, gw emang udah lemot. Pertanyaan ama jawaban gw nggak nyambung.
Padahal tuh soal pernah jadi andalan gw waktu ujian di SLTP. Ampun deh
Her, kemana aja?!
Ada TI, Ada TA
Heheheh, my own terms. Soalnya banyak orang bingung kalo merhatiin gw.
Malah ada yang nanya, "Her loe tuh anak Ekonomi ato TI, sih?" Heheh, dan
jawaban gw, "TA! Teknologi Akuntansi!". Mereka tuh bingung sama hobi gw
yang suka ngoprek kompie. Tapi menurut gw biasa aja sih. Dari kecil gw
emang suka banget ama kompie. Cinta malah! Ditambah lagi, gw seneng
ngegambar dan maen game (sekarang dah jarang, nggak sempet euy!). Jadi
hobi gua bisa gue salurin di dunia kompie.
Btw, waktu itu sempet liat MTV AjangAjeng. Bagus juga yah acaranya.
Terlepas dari sisi realitasnya yang diragukan dan malah menurut gw
absolutely unreality, asyik juga nonton acara ini, ngeliat karakter2
orang yang beda, sambil santai. Gw tertarik banget ama anak yang namanya
Pia. Heheh, mirip banget ama Lala (siapa nih?!!) Udah cantik pinter
pula! Agak kaget juga pas liat adegan waktu dia mau ujian. Nggak nyangka
gitu, kirain ujian apaan. Ehh, pas liat bukunya, "C++: How To Be A Good
Programmer". Aaawwhh!! What a smart girl! Sebenernya gw juga dulu udah
pernah direkomendasiin ama temen untuk belajar bahasa progamming. At
least, pick one of those language, katanya. Dan gw juga sempet belajar
C++ yang basic-nya. Cuma yahh, karena gw ini lebih seneng ama dunia
desain under www, jadi gw lebih milih belajar PHP. Tapi abis liat Pia
itu, semangat gue bangkit lagi! Heheheh! Dasar gw, orangnya gampang
banget terinspirasi. Gpp lah. Yang penting hal itu bagus buat kemajuan
gue. Dan bisa jadi tambahan untuk proyek Sistem Informasi Akuntansi
nanti.
Road to Festival
Hari sabtu nanti ada acara festival musik di Unpak. Gw ama temen2
berniat ikutan. Udah daftar malah. Niatnya sih mau bawain This
Love-Maroon5 ama Time is Running Out-Muse. Sempet bingung juga sih mau
milih Time is Running Out apa Hysteria. Dan setelah berembuk, akhirnya
lagu pertama tadi yang dipilih. Oke, semoga kita bisa perform dengan
sebaik mungkin. Btw, suaranya Iyo makin bagus yah! Progress-nya keliatan
banget sekarang. Heheheh, nggak percuma gw tatar selama ini. Bayangin,
waktu baru kenal aja udah gw bilangin supaya gini-gitu. Hihihih! Sori,
Yo!
Anyway, sukses buat Echa yang mau ngomong something ama doi-nya. Lagian,
loe tuh aneh sih orangnya. Doi bakalan salah ngerti kalo loe ngadepin
dia sama kayak ngadepin gw ato temen2 yang laen. Tambah lagi, loe belom
lama jalan ama doi. Tapi gw salut ama loe, Cha. Prinsip loe yang "be
your self", kuat banget. "Kalo pengen nyamain presepsi, loe yang musti
ngikut gw!" Heheheh, kedengeran egois emang. Tapi yahh, itulah loe!
Sukses dehh!! btw, nyesel loe, nggak nonton golek kemaren malem. Cepot
rocks banget!!! Si Aan sampe ngeri nontonnya! Heuahuehauheuah!!!
Monday, October 04, 2004 | Posted by Herry Iskandar at 9:07 AM 0 comments
Tragedi Benchmark
Baru saja aku membalik beberapa halaman pada buku setebal sepuluh sentimeter ini, sambil menyeka keringat, ketika tiba-tiba kau datang menjejalkan beberapa lembar kertas dalam mulutku. Hanya beberapa lembar memang. Hanya berisi sketsa dunia antah berantah, trend fashion masa kini, serta typography masa lalu. Namun semua itu hampir membuatku muntah karena rasa yang menyelip dalam lidahku ini cukup aneh. Kau hanya tersenyum genit kearahku sambil melambaikan tangan, pergi, seakan mencemoohku. Hmmm... bukan... bukan mencemooh. Meledek!! Dasar wanita penggoda! Kupajang sketsa itu di tembok kamarku. Kujejalkan kertas trend fashion itu dalam lemariku. Dan kupakai kertas typograph untuk menambal langit-langitku yang bocor. Memang, kamarku jadi tambah nyaman. Setidaknya, nyaman hingga kau datang kembali dengan setumpuk kertas. Jangan dulu yah, Say!
Friday, October 01, 2004 | Posted by Herry Iskandar at 6:59 AM 0 comments