Tragedi Benchmark

Baru saja aku membalik beberapa halaman pada buku setebal sepuluh sentimeter ini, sambil menyeka keringat, ketika tiba-tiba kau datang menjejalkan beberapa lembar kertas dalam mulutku. Hanya beberapa lembar memang. Hanya berisi sketsa dunia antah berantah, trend fashion masa kini, serta typography masa lalu. Namun semua itu hampir membuatku muntah karena rasa yang menyelip dalam lidahku ini cukup aneh. Kau hanya tersenyum genit kearahku sambil melambaikan tangan, pergi, seakan mencemoohku. Hmmm... bukan... bukan mencemooh. Meledek!! Dasar wanita penggoda! Kupajang sketsa itu di tembok kamarku. Kujejalkan kertas trend fashion itu dalam lemariku. Dan kupakai kertas typograph untuk menambal langit-langitku yang bocor. Memang, kamarku jadi tambah nyaman. Setidaknya, nyaman hingga kau datang kembali dengan setumpuk kertas. Jangan dulu yah, Say!

0 comments: